Waspadai Pendarahan Saat Kehamilan

  • Whatsapp

Waspadai Pendarahan Saat Kehamilan

Terjadinya vlek atau perdarahan saat tri- mester 1 kehamilan cukup sering ditemui. Setiap 1 dari 4 kehamilan disinyalir mengalaminya. Vlek atau perdarahan di awal kehamilan mengindikasikan ada sesuatu yang terjadi pada kehamilan. Perdarahan yang lebih sedikit dari menstruasi biasa, umumnya tak perlu dicemaskan. Namun, bila perdarahannya lebih banyak dari menstruasi biasa, itu harus diwaspadai, karena sudah mengarah ke keguguran. Oleh karena itu, mamil perlu segera berkonsultasi dengan dokter kandungannya. Nah, supaya Mama dapat lebih awas jika mengalami perdarahan, kenali dulu beberapa penyebab perdarahan saat hamil muda, seperti berikut ini:

Muat Lebih

ANCAMAN KEGUGURAN (THREATENED ABORTION/ MISCARRIAGE).

Umumnya terjadi pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu. Ancaman keguguran dapat disertai rasa nyeri ringan pada perut atau punggung bagian bawah. Namun, sering kali pula tidak disertai rasa nyeri. Kendati namanya mengandung kata “keguguran”, tidak semua mamil yang mengalami ancaman keguguran akan kehilangan calon buah ha tinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan mulut rahim dan USG. Bila mulut rahim masih tertutup dan kondisi janin masih baik, kehamilan dapat dilanjutkan. Biasanya dokter akan memberikan obat penguat kandungan dan menyarankan bed rest total.

KEGUGURAN

Bila kejadian keguguran tak terelakkan, hal ini ditandai dengan pecahnya selaput ketuban yang mengakibatkan keluarnya gumpalan darah dalam jumlah banyak dan rasa nyeri pada perut serta punggung bagian bawah. Jika masih ada sisa janin yang ter tinggal di dalam rahim, dokter akan melakukan kuret. Bila tidak ditangani menyeluruh, sisa janin yang masih tertinggal di dalam rahim akan memengaruhi kehamilan selanjutnya. Keguguran yang terjadi pada trimester pertama sebagian besar disebabkan oleh kelainan kromosom pada janin. Selain itu, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko keguguran pada tri mester 1, seperti: Mama memiliki penyakit kronis, semisal diabetes melitus, tekanan darah tinggi akut, ataupun hipotiroid. Calon ibu yang berisiko tinggi seperti ini harus menjalani pemeriksaan sebelum kehamilan supaya kandung annya sehat dan penyakitnya harus diobati terlebih dahulu.

Baca Juga  Cara Mengatasi Anak Sulit Makan GTM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *