Ide Permainan Anak di Usia Pra Sekolah

  • Whatsapp

Ide Permainan Anak di Usia Pra Sekolah

Rika meletakkan beberapa potong piza mainan ke atas piring. ”Ma, mau beli piza?” tanya Rika kepada mamanya. ”Harganya seribu!” ”Kamu jualan piza? Mama beli satu ya!” kata Mama sambil berpurapura mengeluarkan uang kemudian diberikan kepada Rika. ”Papa juga mau beli, iya kan Pa?” ucap Mama kepada Papa. Papa mengangguk, ”Papa beli semuanya, ya!” ucap Papa. Rika sangat senang, ”Hore pizaku habis!” Bemain jual-jualan, seperti yang dilakukan Rika, merupakan salah satu permainan favorit si prasekolah. Meski rumah bisa jadi berantakan, sesungguhnya banyak manfaat yang bisa diambil dari permainan ini. Apa saja sih?

Muat Lebih

1. Mengenalkan anak dengan konsep jual beli. Ketika bermain jualjualan, si prasekolah akan menciptakan “uang”, bisa dari daun atau sobekan kertas. Ini merupakan pengetahuan dasar bahwa saat membeli sesuatu, ia memerlukan uang sebagai penukar.

2. Menstimulasi kreativitas dan imajinasi. Dagangan anak umumnya bukan benda sebenarnya. Ia akan menggunakan imajinasi dan daya kreativitasnya untuk “menyulap” mainan baloknya menjadi piza, umpamanya. Ia pun akan memikirkan berapa harga yang sesuai untuk piza itu, ke mana harus ia jajakan, kepada siapa harus ia jajakan, dan seterusnya.

3. Mengasah kemampuan berkomunikasi. Ada interaksi verbal yang terjadi ketika anak bermain jual-jualan. Berbicara dengan teman sepermainannya, lalu ada respons dari si teman. Dialog yang tercipta saat bermain akan meningkatkan kemampuan berbahasa si prasekolah. Kosakatanya bertambah, ia pun lebih lancar berbicara.

4. Mengenalkan tentang ketangguhan. Ketika ”dagangannya” tumpah, anak harus membereskannya kembali. Atau kala ia tak berputus asa menawarkan dagangannya. Semua ini membuat ketangguhannya semakin terstimulasi.

Baca Juga  Tips Hamil Anak Kedua

5. Mengenalkan profesi. Ketika bermain jual beli, anak lebih dekat mengenali sebuah profesi, yakni pedagang. Ia akan lebih merasakan kesenangan sekaligus kesulitan berdagang. Bagaimana proses tawarmenawar harus dilakoni. Ajak ia untuk bermain profesi yang lain agar si prasekolah memiliki wawasan bahwa di dunia ini tersedia beragam profesi yang kelak bisa dijalaninya.

6. Memahami nilai-nilai positif dalam hidup. Di saat bermain jualjualan, si prasekolah harus menyiapkan barang dagangan, menatanya agar tampil menarik, membujuk pembeli , dan sebagainya. Perjuangan dan kerja keras merupakan salah satu nilai positif yang dapat dipetik dalam permainan ini. Jangan lupa masukkan nilai-nilai positif yang lain, harus berlaku sopan dan selalu mengucapkan terima kasih pada pembeli, misal.

7. Menstimulasi motorik. Menyobek kertas untuk dijadikan uang, menata dagangan, membawa dagangan ke pembeli, merupakan aktivitasaktivitas yang membutuhkan kemampuan motorik halus dan kasar. Semakin sering dilakukan, kemampuan motorik anak pun semakin terlatih.

8. Membangun kecerdasan. Saat bermain jualjualan anak akan belajar mengidentifikasi, mengelompokkan, mengurutkan, mengamati, serta membedakan barangbarang yang akan dibeli atau dijual. Anak pun belajar membandingkan, menarik kesimpulan lalu memutuskan. Kemampuan-kemampuan ini perlu terus distimulasi karena akan membangun kecerdasan anak lebih optimal.

9. Melatih konsentrasi. Bermain jual-jualan sulit dilakukan jika anak tidak memiliki rentang konsentrasi yang baik. Permainan ini biasanya akan menghabiskan waktu sekitar 20–40 menit. Semakin lama ia bisa berkonsentrasi, semakin baik buat anak untuk menyerap segala informasi yang masuk saat beraktivitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *