Cara Agar Anak Betah di Rumah

  • Whatsapp

Cara Agar Anak Betah di Rumah

Tak ada tempat senyaman di rumah. Pulang ke rumah, dalam kacamata ilmu psikologi, merupakan dasar dari kebutuhan manusia. Hasil survei Houzz.com terhadap lebih dari 6.000 responden, seperti dilansir tribunsumsel.com (21/04), membuktikan bahwa desain rumah yang baik ikut memberikan kontribusi terhadap kebahagiaan. Sebanyak 87% responden mengungkapkan, desain rumah memiliki pengaruh atas kebahagiaan mereka sebagai pemiliknya. Lebih jauh lagi, 74% dari para responden yang telah melalui proses renovasi rumah dalam dua tahun belakangan mengonfrmasi bahwa mereka merasa lebih bahagia setelah melakukan renovasi atau mendekor ulang interior rumah. Itulah mengapa, banyak pakar psikologi, juga arsitek, memiliki asumsi bahwa rumah yang bisa memenuhi kebutuhan manusia itu bukanlah rumah megah, mewah, dengan interior yang luks, melainkan rumah yang diidamkan sebagai tempat untuk kembali.

Muat Lebih

Tumbuh dan Berbahagia

Nah, Mama Papa siap menciptakan rumah yang nyaman? Harap selalu diingat, rumah adalah tempat untuk anak-anak tumbuh dan berbahagia. Dari rumah yang nyamanlah, kita akan melahirkan generas-generasi penerus berkualitas. Dari rumah jualah buah hati akan mendapatkan berbagai pendidikan nilai dan moral. Sekadar mengingatkan, inilah fungsi sebuah rumah yang nyaman dan hangat bagi kita dan keluarga:

1. Kesehatan fisik dan psikis.

Terbayang, kan, jika anak harus tinggal di rumah yang pengap, berdebu, kotor, bau? Betul, kesehatannya akan terganggu. Saat bangun tidur, tubuh yang seharusnya kembali bugar malah tambah lemas dan masih mengantuk. Bagaimana tidak? Karena semalaman ia bersinbersin atau napasnya sesak akibat alergi debunya kambuh. Anak pun jadi lebih mudah sakit karena tidak bisa beristirahat dengan nyaman. Itulah mengapa, rumah harus sehat, terpelihara kebersihannya, dan terjaga sirkulasi udaranya.

Baca Juga  Ide Olahraga untuk Anak yang Menyenangkan dan Bermanfaat

2. Sekolah pertama dan utama.

Di manakah anak mendapatkan pendidikan pertama? Tentu di rumah. Dari siapa? Dari orangtuanya. Tak hanya pendidikan yang pertama, tetapi juga utama, mengingat sebagian besar waktu anak dihabiskan di dalam rumah. Karena itulah, kita harus menjadikan rumah sebagai sekolah terbaik buat anak. Pendidikan yang baik di dalam rumah, kelak akan membuat anak lebih siap menghadapi segala kemungkinan saat berada di tengah masyarakat. Ia akan lebih smart dalam bergaul, bekerja, bersaing, menunjukkan eksistensi diri, berempati, bersikap sportif, lebih tangguh memecahkan masalah, dan sebagainya.

3. Kunci mood positif.

Kebiasaan orangtua di rumah yang kerap menuntut ini-itu, merespons kesalahan anak dengan cara yang tidak tepat, sebentar-sebentar marah, kerap kali melarang anak melakukan sesuatu yang positif, semua itu akan membuat anak tumbuh dengan mood yang tidak baik. Bayangkan kalau pas waktunya berangkat sekolah, kita penuhi kepala anak dengan omelan: tentang PR-nya yang belum tuntas, tentang larangan jajan sembarangan, tentang pulang tidak boleh telat, seragam tidak boleh kotor, dan sebagainya. Bisa dipastikan, mood anak saat itu akan terganggu. Mungkin ia sebal, marah, takut, sedih, atau lainnya yang membuat konsentrasi belajarnya buyar. Karena itu, mood anak tetap harus dijaga dengan baik di rumah. Mood yang positif akan membuat anak lebih fokus belajar, beraktivitas, dan berinteraksi lebih baik, bersikap lebih baik sehingga kemampuan dan kecerdasannya bisa lebih berkembang.

4. Gudang ide kreatif, inovatif, dan terkini.

Banyak hal kreatif, inovatif dan terkini yang bisa kita lakukan bersama anak di rumah. Contoh, membuat tempat menyimpan mainan dari kardus bekas yang dihias, memberi sentuhan baru pada pigura-pigura lama dan menyusunnya di tempat berbeda, melakukan permainan edukatif dengan bahan-bahan pembuat kue, memasak bersama resepresep praktis ciptaan sendiri, atau membahas acara inovasi di televisi. Lakukan dengan cara yang disukai anak sehingga ia merasa senang, tidak terpaksa. Hal ini akan membuatnya menerima banyak stimulasi tentang ide kreatif, inovatif, dan terkini.

Baca Juga  Tips untuk Ayah dalam Merawat dan Mengasuh Anak

5. Tempat relaksasi.

Ketika lelah, ke mana kita akan mencari tempat untuk beristirahat? Jawabnya: rumah, utamanya kamar tidur. Begitu juga dengan anak. Ketika lelah, penat, mengantuk, ia akan meminta pulang untuk beristirahat. Rumah adalah tempat istirahat yang paling nyaman, karenanya ciptakan ruang beristirahat yang layak untuk kita beristirahat. Caranya: perhatikan sirkulasi udara di situ; jika memakai AC, bersihkan secara teratur; pastikan penerangannya cukup; gunakan cat dinding yang aman; ganti seprai tiga hari sekali; gunakan kasur dan bantal yang bahannya tidak memicu alergi, perhatikan kebersihannya. Jika anak bisa tidur dengan nyaman dan nyenyak, maka esok hari ia akan bangun dengan tubuh kembali bugar. Tak hanya kamar, bagian rumah yang lain pun perlu diperhatikan supaya kita bisa relaks. Mulai sekarang tatalah dengan resik semua ruangan di rumah termasuk halaman rumah untuk menumbuhkan kenyamanan dan perasaan relaks. Rumah yang nyaman akan menjadi tempat terbaik untuk memulihkan diri dari sakit, keterpurukan, kekecewaan, stres, hingga depresi. 6. Tempat belajar moral dan agama. Karena rumah merupakan tempat belajar paling utama dan pertama, maka segala nilai bisa kita masukkan ke dalam diri anak, termasuk pendidikan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan, tata krama pertemanan, aturan agama, aturan orangtua, aturan sosial, dan empati. Bila memungkinkan, ciptakan area khusus untuk berdoa dan bersembahyang. Dengan bekal moral yang cukup dari rumah, diharapkan anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah terombang ambing dan bisa menjaga nilai-nilai kebaikan. Sikap ini akan membuka jalan bagi kesuksesannya kelak. Selamat menciptakan rumah yang nyaman!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *